Punya Info?
FilmIndonesia.co.id
FilmIndonesia.co.id
Topik · Film

Istimewa

1 berita tentang Istimewa di FilmIndonesia.co.id

Data & Statistik Rp20.000 di Jember, Rp200.000 di Jakarta: Data Harga Tiket dan Siapa yang Benar-Benar Bisa ke Bioskop 19 September 2026, 04:39 WIB

Tentang Film Ini

Istimewa (2026)

Di rumah bernama Istimewa. Tinggal sekelompok anak yang hidup penuh kasih sayang. Bersama sosok ayah bernama Pak Mahendra. Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, mereka saling menjaga. Mengisi hari dengan harapan besar. Kebahagiaan itu terusik ketika Pak Mahendra jatuh sakit. Kondisi kesehatannya semakin menurun. Mbak Kinan, bersama Dito dan Cimot, berusaha sekuat tenaga. Mencari cara meringankan beban sang ayah. Di tengah upaya itu, mereka justru terjebak situasi yang mengancam keutuhan keluarga. Kehadiran sosok bernama Bagas sempat membawa harapan. Namun ternyata membawa kenyataan pahit. Yang mempertaruhkan masa depan mereka semua. Lima anak penyandang disabilitas, Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul, bahkan harus mencari sang ayah angkat yang sempat pergi meninggalkan Rumah Istimewa. Pencarian itu membawa mereka ke panggung Wayang Orang, hingga viral, namun menguji persahabatan mereka yang sesungguhnya. Drama keluarga Indonesia jarang berani menempatkan enam anak penyandang disabilitas sebagai pemeran utama sekaligus jantung cerita seperti ini. Kebanyakan drama keluarga tentang panti asuhan memilih pengasuh dewasa sebagai pusat ceritanya. Film ini memilih anak-anak itu sendiri sebagai penggerak utama, menjadikan keberanian dan solidaritas mereka sebagai inti ceritanya. Nuansanya mengingatkan pada drama keluarga yang menjalin keterbatasan ekonomi dengan kekuatan persaudaraan yang tak tergoyahkan. Bukan karena ceritanya serupa. Tapi karena keduanya percaya, setiap orang, termasuk yang memiliki keterbatasan, memiliki potensi dan mimpi yang sama besarnya untuk diperjuangkan. Mbak Kinan adalah karakter yang mudah membuat penonton bersimpati. Ia menjadi pilar bagi adik-adiknya di tengah sakitnya sang ayah. Tanggung jawab yang ia pikul terasa berat justru karena itu. Mathias Muchus tampil sebagai Pak Mahendra dengan kasih sayang yang jadi jantung film ini. Dari kehidupan sederhana penuh kehangatan di Rumah Istimewa. Ke kondisi kesehatannya yang kian menurun. Hingga perjuangan anak-anaknya mencari cara menyelamatkan keluarga mereka. Enam anak penyandang disabilitas turut menghidupkan Aldo, Bimo, Ken, Nita, Mul, dan Dito, para pemeran utama yang membawa representasi autentik dalam film ini. Disutradarai oleh Ruben Adrian dengan naskah ditulis Abdullah Mansuri, "Istimewa" tampil sebagai film pertama Indonesia dengan enam anak penyandang disabilitas sebagai pemeran utama, terinspirasi kisah nyata. Film ini tidak selalu memberi jawaban dengan mudah. Tetapi justru di situlah kekuatannya. Kalau banyak drama keluarga fokus pada kesedihan semata, film ini lebih tertarik pada pertanyaan yang lebih menghangatkan -- bagaimana kasih sayang dan solidaritas bisa jadi kekuatan terbesar bagi siapa pun, tanpa memandang keterbatasan. Pertanyaan itu tetap membekas, bahkan lama setelah film selesai. FAQ: 1. Apakah Istimewa dibintangi anak penyandang disabilitas sebagai pemeran utama? Ya. Film ini menjadi film pertama Indonesia dengan enam anak penyandang disabilitas sebagai pemeran utama. 2. Apa tema utama film ini? Kasih sayang keluarga, keterbatasan ekonomi, dan solidaritas menghadapi kesulitan. 3. Siapa tokoh utama film ini? Enam anak penyandang disabilitas bersama Pak Mahendra, diperankan oleh Mathias Muchus. 4. Siapa sutradara film ini? Ruben Adrian. 5. Cocok untuk penonton keluarga yang suka drama inspiratif dengan pesan inklusivitas dan kasih sayang.

Lihat halaman film →

Pemeran & Kru