Pengabdi Setan
3 berita tentang Pengabdi Setan di FilmIndonesia.co.id
Awards
Rapor Box Office Indonesia 2025: Animasi Juara, Horor Tetap Kuat, Komedi Naik Kelas
Data & Statistik
The Second-week Cliff: Bagaimana Film Indonesia Kehilangan Layar dalam Hitungan Hari
Tentang Film Ini
Jakarta, tahun 1981. Keluarga Suwono, terhimpit kesulitan ekonomi. Merawat sang ibu yang sakit keras bertahun-tahun. Kematian misterius sang ibu justru membuka pintu teror baru. Kejadian ganjil mulai menghantui rumah mereka. Penyelidikan mengarah pada masa lalu sang nenek. Yang dulu menentang pernikahan ibu mereka karena latar belakang seninya. Penolakan itu mendorong sang ibu bergabung dengan sekte pemujaan setan. Sebuah sekte yang menjanjikan kesuburan lewat cara yang mengerikan. Ancaman gaib terus meningkat, merasuki satu demi satu anggota keluarga. Ian, anak bungsu, jadi target utama menjelang ulang tahun ketujuhnya. Kebenaran mengejutkan akhirnya terungkap. Ia bukan korban semata, melainkan keturunan dari sesuatu yang jauh lebih gelap. Tara Basro memerankan Rini dengan ketegaran seorang anak sulung. Bront Palarae membawakan Bahri, sang ayah yang berjuang melindungi keluarganya. Ayu Laksmi melengkapi sebagai Mawarni, ibu yang menyimpan rahasia kelam. Joko Anwar menyutradarai film ini, remake dari klasik horor Indonesia era 80-an. Nuansanya mengingatkan pada Rosemary's Baby dalam hal sekte pemujaan setan yang menargetkan anak. Sama-sama membangun ketegangan lewat misteri keluarga yang terkuak perlahan. Bedanya, di sini nuansa lokal Indonesia era 1980-an jadi latar otentik yang kuat. Film ini dianggap sebagai salah satu tonggak kebangkitan horor Indonesia modern. Ketegangannya dibangun dengan sangat matang dari awal hingga akhir. Sukses besar secara komersial sekaligus mendapat pujian luas dari kritikus. FAQ: 1. Apa yang terjadi pada keluarga Suwono setelah kematian sang ibu? Rumah mereka mulai dihantui kejadian-kejadian supranatural yang semakin mengerikan. 2. Mengapa sang ibu dulu bergabung dengan sekte pemujaan setan? Karena ditolak pernikahannya oleh sang nenek akibat latar belakang seninya, mendorongnya mencari jalan lain demi kesuburan. 3. Siapa yang menjadi target utama teror menjelang akhir cerita? Ian, anak bungsu keluarga Suwono, menjelang ulang tahun ketujuhnya. 4. Siapa sutradara film ini? Joko Anwar. 5. Untuk siapa film ini cocok ditonton? Penggemar horor Indonesia klasik yang di-remake dengan pendekatan modern dan ketegangan matang.