Rumah Singgah
1 berita tentang Rumah Singgah di FilmIndonesia.co.id
News
Njonja Ati Soetji Naik Panggung 30 dan 31 Oktober, Hidupkan Kisah Perempuan Tionghoa Pelindung Korban Perdagangan Manusia
Pementasan produksi Regina Art ini mengangkat perjalanan Nyonya Lie Tjian Tjoen, perempuan asal Majalengka yang mendirikan rumah penampungan bagi perempuan dan anak korban perdagangan manusia di masa Hindia Belanda. 26 Oktober 2026, 10:37 WIB
Tentang Film Ini
Karla pelari muda berbakat. Masa depannya cerah. Sampai vonis itu datang. Kanker tulang. Ia harus menjalani perawatan panjang. Tinggal di sebuah Rumah Singgah. Dikepalai Bu Andin. Awalnya, Karla menolak semua orang di sana. Menutup diri sepenuhnya. Namun Toni, Pika, Mang Didu, dan Luki perlahan membuka hatinya kembali. Bersama mereka, Karla melewati penyangkalan, kemarahan, hingga penerimaan. Bersama-sama, mereka berusaha mewujudkan mimpi terakhir yang selama ini mereka simpan. Drama Indonesia jarang berani menjalin perjuangan pasien kanker dengan persahabatan sehangat ini. Kebanyakan drama penyakit memilih fokus tunggal pada satu tokoh yang berjuang sendirian. Film ini memilih komunitas kecil yang saling menguatkan sebagai jantung ceritanya. Nuansanya mengingatkan pada drama harapan yang menjalin kehilangan dengan kehangatan persahabatan di tengah ketidakpastian. Bukan karena ceritanya serupa. Tapi karena keduanya percaya, waktu yang terbatas justru bisa membuat setiap momen kebersamaan terasa jauh lebih berarti. Karla adalah karakter yang mudah membuat penonton bersimpati. Ia menolak menerima kenyataannya. Namun perlahan menemukan kekuatan lewat orang-orang yang berjuang bersamanya. Perjalanannya terasa nyata justru karena itu. Zara Adhisty tampil dengan transformasi emosional yang jadi jantung film ini. Dari penolakan dan kemarahan. Ke persahabatan yang tumbuh di rumah singgah. Hingga penerimaan dan perjuangan mewujudkan mimpi terakhir bersama. Dewi Irawan dan Aming turut menghidupkan sosok-sosok yang menjadi penuntun emosional Karla ini. Disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo, "Rumah Singgah" tampil sebagai drama yang diangkat dari kisah nyata para pejuang dan pendamping kanker di Indonesia. Film ini tidak selalu memberi jawaban dengan mudah. Tetapi justru di situlah kekuatannya. Kalau banyak drama penyakit fokus pada kesedihan semata, film ini lebih tertarik pada pertanyaan yang lebih hangat -- bagaimana harapan dan kebersamaan bisa tetap tumbuh, bahkan ketika waktu yang tersisa tidak selalu panjang. Pertanyaan itu tetap membekas, bahkan lama setelah film selesai. FAQ: 1. Apakah Rumah Singgah diangkat dari kisah nyata? Ya. Diangkat dari kisah nyata para pejuang dan pendamping kanker di Indonesia, bukan dari satu tokoh tunggal. 2. Apa tema utama film ini? Perjuangan melawan kanker, persahabatan, dan mewujudkan mimpi terakhir bersama. 3. Siapa tokoh utama film ini? Karla, diperankan oleh Zara Adhisty. 4. Siapa sutradara film ini? Dyan Sunu Prastowo. 5. Cocok untuk penonton seperti apa? Yang suka drama keluarga dengan tema harapan, persahabatan, dan perjuangan hidup.