Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
1 berita tentang Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa di FilmIndonesia.co.id
Tentang Film Ini
Suzzanna hidup penuh luka. Dicintai secara obsesi oleh Bisman, penguasa desa yang kejam dan haus kekuasaan. Namun cinta Bisman jauh dari kata tulus. Demi mendapatkan yang ia mau, Bisman tega menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Kematian sang ayah memicu dendam mendalam dalam diri Suzzanna. Ia mulai mendalami ilmu santet demi membalas perbuatan itu. Namun saat menjalankan misi balas dendam, ia menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan itu, ia justru jatuh cinta pada Pramuja, pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Suzzanna dihadapkan pada pilihan sulit, meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta yang baru ia temukan. Horor Indonesia jarang berani menggeser sosok Suzzanna dari arwah gentayangan menjadi manusia yang bergulat dengan dendam dan cinta seperti ini. Kebanyakan remake Suzzanna memilih balas dendam dari alam baka sebagai inti ceritanya. Film ini memilih pertempuran kekuatan supranatural antar manusia yang hidup sebagai fokus utamanya. Nuansanya mengingatkan pada horor klasik Indonesia yang menjalin ilmu hitam dengan dilema cinta dan dosa yang tak terelakkan. Bukan karena ceritanya serupa. Tapi karena keduanya percaya, dendam yang paling kuat sekalipun bisa goyah ketika berhadapan dengan cinta yang tulus. Suzzanna adalah karakter yang mudah membuat penonton bersimpati sekaligus waswas. Ia kehilangan ayahnya secara kejam. Namun jalan balas dendam yang ia pilih justru mempertaruhkan kesempatannya untuk mencintai kembali. Pergolakan batinnya terasa nyata justru karena itu. Luna Maya tampil dengan kekuatan gelap yang jadi jantung film ini. Dari kehilangan sang ayah akibat santet Bisman. Ke pendalaman ilmu hitam demi membalas dendam. Hingga pilihan sulit antara meneruskan dendam atau mempertahankan cinta barunya. Reza Rahadian dan Clift Sangra turut menghidupkan Pramuja dan Bisman, dua pria yang menarik Suzzanna ke arah yang bertolak belakang. Disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis, "Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa" tampil sebagai remake ketiga dari Soraya Intercine Films setelah "Suzzanna: Bernapas dalam Kubur" dan "Suzzanna: Malam Jumat Kliwon". Film ini tidak selalu memberi jawaban dengan mudah. Tetapi justru di situlah kekuatannya. Kalau banyak horor Suzzanna fokus pada balas dendam arwah penasaran, film ini lebih tertarik pada pertanyaan yang lebih manusiawi -- bisakah cinta menyelamatkan seseorang dari dendam yang sudah terlanjur mengakar dalam dirinya. FAQ: 1. Apakah Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bagian dari waralaba Suzzanna? Ya. Film ini merupakan remake ketiga Soraya Intercine Films dari waralaba Suzzanna New Generation. 2. Apa tema utama film ini? Dendam, ilmu santet, dan dilema antara balas dendam dengan cinta yang tulus. 3. Siapa tokoh utama film ini? Suzzanna, diperankan oleh Luna Maya. 4. Siapa sutradara film ini? Azhar Kinoi Lubis. 5. Cocok untuk penonton seperti apa? Yang suka horor klasik Indonesia dengan bumbu drama cinta dan konflik batin yang kuat.