Lihat halaman Dua Nafas →
Wati menitipkan putranya. Anto, 8 tahun. Kepada Mariyam, ibu mertuanya. Di sebuah desa terpencil. Anto terbiasa hidup serba ada di Jakarta. Kini harus tinggal sederhana bersama neneknya. Awalnya tertekan, ia… Baca selengkapnya