Punya Info?
FilmIndonesia.co.id
FilmIndonesia.co.id
Topik · Film

Ghost in the Cell

3 berita tentang Ghost in the Cell di FilmIndonesia.co.id

Awards Ghost in the Cell Menang Lagi di Spanyol, Daftar Kemenangannya Kian Panjang Horor komedi karya Joko Anwar itu dinobatkan sebagai Best Film di Maniatic International Fantastic Film Festival of Valencia, menyusul kemenangan di Fantastic Fest dan Sitges. 28 Oktober 2026, 08:34 WIB

Tentang Film Ini

Ghost in the Cell (2026)

Lembaga pemasyarakatan kelas 1A ini sudah penuh sesak dengan masalah. Ada geng-geng yang saling bermusuhan. Ada penjaga yang lebih sibuk mencari keuntungan daripada menegakkan aturan. Dan ada Anggoro, narapidana yang justru diperpanjang hukumannya karena terlalu sering membela yang lemah. Semua itu sudah cukup rumit. Sampai Dimas datang. Seorang mantan jurnalis dengan masa lalu kelam, baru saja masuk ke sel blok C. Tidak lama setelah kedatangannya, sesuatu yang aneh mulai terjadi. Satu per satu narapidana ditemukan tewas. Bukan kematian biasa. Tubuh mereka dimutilasi. Disusun sedemikian rupa hingga terlihat seperti karya seni yang mengerikan. Ketakutan menyebar cepat. Sebagian menuduh Dimas. Sebagian lain yakin ada kekuatan gaib yang bergerak di balik jeruji. Seorang napi yang konon bisa melihat aura kematian memperingatkan yang lain. Jaga aura tetap bersih, katanya. Lewat doa. Lewat seni. Lewat cara apa pun yang bisa mereka temukan. Karena siapa pun bisa menjadi korban berikutnya. "Ghost in the Cell" adalah salah satu horor komedi paling liar yang pernah dibuat sineas Indonesia. Film ini tidak canggung berpindah dari adegan yang mencekam ke momen yang mengocok perut. Dan tidak ragu menggabungkan darah dengan tawa dalam satu tarikan napas. Dalam beberapa aspek, film ini mengingatkan pada karya-karya horor komedi Sam Raimi. Bukan karena ceritanya sama. Tetapi karena sama-sama berani mencampur kengerian dengan humor gelap tanpa kehilangan taringnya. Ada juga nuansa film penjara klasik dalam cara konflik antar penghuni menjadi lapisan drama tersendiri di luar unsur supranaturalnya. Dari sisi psikologi, Anggoro adalah sosok yang menarik untuk diikuti. Ia idealis di tempat yang tidak menghargai idealisme. Terjepit antara sistem yang korup dan penghuni yang saling curiga. Dan ketika ancaman baru muncul, ia dipaksa memilih antara mempertahankan prinsipnya atau bertahan hidup. Abimana Aryasatya membawakan peran ini dengan kendali emosi yang matang. Endy Arfian tampil meyakinkan sebagai sosok baru yang membawa kecurigaan ke seluruh penjuru sel. Bront Palarae, Dimas Danang, Lukman Sardi, dan Mike Lucock turut memperkuat ansambel, menghidupkan dinamika penjara yang penuh ketegangan dan kepentingan yang saling bertabrakan. Yang paling menarik dari film ini adalah caranya menjadikan penjara sebagai cermin masyarakat. Setiap sudut sel terasa membawa komentar sosial. Tentang hukum. Tentang kekuasaan. Dan tentang siapa yang sebenarnya pantas dihukum. Disutradarai oleh Joko Anwar bersama Rieviena Yulietta, Hamdi Muhammad, Birgitta Natalie, dan Hendi Irnandi, "Ghost in the Cell" tampil sebagai horor aksi komedi yang berani, berdarah, dan penuh sindiran tajam terhadap ketimpangan sistem di Indonesia. Liar. Lucu. Dan mengerikan pada saat bersamaan. Film ini tidak segera membongkar apa yang sebenarnya terjadi di balik teror tersebut. Tetapi justru di situlah ketegangannya terus terjaga. Kalau banyak film horor penjara fokus pada usaha melarikan diri, film ini lebih tertarik membahas bagaimana manusia berperilaku ketika keadilan tidak lagi bisa diandalkan. Dan pertanyaan itu terus membekas bahkan setelah film selesai. Tayang di mana: Tayang di Netflix mulai 16 April 2026. FAQ: 1. Apakah Ghost in the Cell film horor? Ya. Film ini adalah horor dengan unsur komedi dan cerita seru. 2. Apa tema utama film ini? Kehidupan di dalam penjara, konflik antar napi, korupsi sistem hukum, dan teror misterius yang mengancam semua penghuni. 3. Siapa tokoh utama film ini? Anggoro yang diperankan Abimana Aryasatya, dan Dimas yang diperankan Endy Arfian. 4. Siapa sutradara film ini? Joko Anwar, bersama Rieviena Yulietta, Hamdi Muh (Ditulis oleh: Jeremy Martin (Editor-in-Chief))

Lihat halaman film →

Pemeran & Kru