JAKARTA – Film Ghost in the Cell (Hantu Dalam Sel) kembali menambah koleksi penghargaannya. Kali ini, film garapan Joko Anwar itu meraih predikat Best Film di Maniatic International Fantastic Film Festival of Valencia, Spanyol. Kabar tersebut diumumkan Joko lewat akun Instagram pribadinya, disertai ucapan selamat untuk seluruh pemain dan kru.
Menurut Joko, Maniatic merupakan festival film genre yang dikurasi dengan ketat. Festival itu disebut menerima sekitar 2.000 film setiap tahun dan menarik sekitar 10.000 penonton.
Bukan Kemenangan Pertama
Pencapaian di Valencia melengkapi rentetan prestasi film ini dalam beberapa pekan terakhir. Pada September 2026, Ghost in the Cell meraih Best Picture kategori Horror Features di Fantastic Fest, Austin, Texas, festival genre yang dikenal gemar menghargai karya-karya nyeleneh dan berani.
Joko kemudian mengumumkan film ini membawa pulang dua penghargaan dari Sitges Film Festival 2026 di Catalonia, yaitu Best Director dan Carnet Jove Jury Award. Ia menyebut Sitges sebagai festival film genre tertua di dunia, digelar pertama kali pada 1968, serta termasuk festival terbesar dan paling bergengsi.
Penjara, Hantu, dan Tawa
Ghost in the Cell berlatar penjara dengan pengamanan tinggi yang dikuasai geng-geng bertikai dan seorang kepala sipir yang bengis. Kedatangan narapidana baru memicu rangkaian pembunuhan misterius. Korbannya ditemukan dalam kondisi dipajang secara mengerikan. Para narapidana terpaksa mengesampingkan permusuhan demi mengungkap sosok tak kasatmata yang meneror mereka.
Film ini disebut memadukan kengerian grafis dengan komedi gelap, termasuk adegan joget di tengah ketegangan, serta kritik terhadap korupsi dan ketimpangan sosial. Para kritikus internasional memuji keberaniannya mencampur genre. Penonton dan juri festival tampaknya sepakat.
Jajaran Pemain dan Jangkauan Global
Joko Anwar menulis dan menyutradarai film yang merupakan karya panjang kedua belasnya ini. Pemerannya antara lain Abimana Aryasatya, Aming Sugandhi, Bront Palarae, Arswendy Bening Swara, Almanzo Konoralma, dan Dimas Danang Suryonegoro.
Sebelum tiba di Spanyol, film ini telah tampil di berbagai festival, termasuk Berlin International Film Festival, Sydney Film Festival, Bucheon International Fantastic Film Festival, dan New Zealand International Film Festival. Distribusinya disebut telah menjangkau puluhan negara, dan film ini mulai tayang di bioskop Amerika Utara lewat Well Go USA pada 2 Oktober 2026.
Dengan tiga festival genre papan atas dalam waktu kurang dari sebulan, Ghost in the Cell kini menjadi salah satu film Indonesia paling banyak dibicarakan di jalur festival internasional tahun ini.