Punya Info?
FilmIndonesia.co.id
FilmIndonesia.co.id
Topik · Film

Hantu

3 berita tentang Hantu di FilmIndonesia.co.id

Awards Ghost in the Cell Menang Lagi di Spanyol, Daftar Kemenangannya Kian Panjang Horor komedi karya Joko Anwar itu dinobatkan sebagai Best Film di Maniatic International Fantastic Film Festival of Valencia, menyusul kemenangan di Fantastic Fest dan Sitges. 28 Oktober 2026, 08:34 WIB

Tentang Film Ini

Hantu (2007)

Galih mendengar tentang keindahan Telaga Setra Wingit, telaga tersembunyi di tengah hutan yang belum pernah didatangi orang. Karena penasaran, ia mengajak kekasihnya, Rinjani, serta tiga sahabatnya, Ray, Sofie, dan Indra, untuk membuktikan keindahan telaga itu. Namun di antara mereka berlima, hanya Galih yang benar-benar bersemangat, sebagian karena kecintaannya pada alam, sebagian lagi karena ingin memamerkannya pada Rinjani. Rinjani sendiri sebenarnya sangat tidak senang dan tersiksa mengikuti kegiatan ini. Sejak sempat menghilang sesaat, Rinjani terlihat berbeda dari sebelumnya, memicu serangkaian kejadian aneh yang dialami seluruh kelompok, dimulai dari kesurupan hingga penampakan makhluk halus yang mengancam nyawa mereka satu per satu. Horor Indonesia pertengahan 2000-an jarang berani sesenyap kegelisahan seperti ini. Kebanyakan horor hutan memilih teror instan sejak menit-menit awal. Film ini memilih jalan yang lebih perlahan. Ia membangun ketegangan dari dinamika cinta segitiga di antara kelompok sebelum teror sesungguhnya muncul. Sepenuhnya. Lewat telaga tersembunyi yang menyimpan rahasia mistis di baliknya. Sampai penonton menyaksikan bagaimana ketegangan personal berubah menjadi ancaman nyata bagi seluruh kelompok. Nuansanya mengingatkan pada horor hutan klasik yang menjalin dinamika kelompok dengan teror alam gaib. Bukan karena ceritanya serupa. Tapi karena keduanya percaya bahwa rasa penasaran manusia terhadap keindahan alam bisa membuka pintu bagi bahaya yang tidak terduga. Ada juga jejak drama cinta segitiga lewat perasaan Ray yang diam-diam mencintai Rinjani, kekasih sahabatnya sendiri. Rinjani adalah karakter yang mudah membuat penonton was-was. Ia datang dengan keterpaksaan mengikuti kegiatan yang tidak pernah ia inginkan. Namun perubahan pada dirinya setelah menghilang sesaat membuat penonton semakin waspada terhadap apa yang sebenarnya terjadi padanya. Ketegangan itu terasa nyata justru karena itu. Dhea Ananda membawakan peran Rinjani dengan transformasi yang menjadi jantung seluruh cerita. Dari keterpaksaan. Ke perubahan yang mengganggu. Hingga teror yang mengancam seluruh kelompok yang ikut serta dalam perjalanan itu. Oka Antara turut menghidupkan Galih, tokoh yang tanpa sadar membawa kelompoknya menuju bahaya di telaga terlarang ini. Disutradarai oleh Adrianto Sinaga, "Hantu" tampil sebagai horor hutan yang menjalin dinamika cinta segitiga dengan teror mistis di sebuah telaga tersembunyi. Film ini tidak selalu memberi jawaban dengan mudah. Tetapi justru di situlah kekuatannya. Kalau banyak horor hutan fokus pada teror semata, film ini lebih tertarik pada pertanyaan yang lebih personal -- apa yang terjadi ketika rasa penasaran dan konflik cinta di antara sahabat membuka pintu bagi bahaya yang seharusnya tidak pernah mereka dekati. Pertanyaan itu tetap membekas, bahkan lama setelah film selesai. FAQ: 1. Apakah Hantu berlatar di sebuah telaga tersembunyi? Ya. Film ini berlatar di Telaga Setra Wingit, telaga tersembunyi di tengah hutan yang menyimpan rahasia mistis. 2. Apa tema utama film ini? Rasa penasaran, cinta segitiga, dan teror mistis di alam terpencil. 3. Siapa tokoh utama film ini? Galih dan Rinjani, diperankan oleh Oka Antara dan Dhea Ananda. 4. Siapa sutradara film ini? Adrianto Sinaga. 5. Cocok untuk penonton seperti apa? Penonton yang menyukai horor hutan klasik dengan lapisan drama cinta segitiga.

Lihat halaman film →

Film Terkait

Pemeran & Kru