Na Willa
1 berita tentang Na Willa di FilmIndonesia.co.id
Awards
Dari Monas ke Jembatan Ampera, Film Nominasi FFI Diputar Terbuka di Empat Kota
Komite FFI 2026 menggelar Nomination Week, pemutaran publik film nominasi, di Jakarta, Palembang, Makassar, dan Mataram pada 4 sampai 8 November. 29 Oktober 2026, 12:34 WIB
Tentang Film Ini
Na Willa gadis kecil berusia enam tahun. Yakin bahwa dunianya di sebuah gang kecil Surabaya adalah tempat paling sempurna dan magis. Tinggal di keluarga multikultural. Ibu dari Nusa Tenggara Timur, ayah keturunan Tionghoa. Na Willa menjalani hari-hari sederhana penuh petualangan. Bermain, belajar, bersama teman-temannya di gang tempat tinggalnya. Namun ketika sahabat terbaiknya mengalami kecelakaan. Dan satu per satu teman bermainnya mulai masuk sekolah. Dunia Na Willa perlahan berubah dan mulai terasa lebih sepi. Drama keluarga Indonesia jarang berani menampilkan masa kecil selugu dan semagis ini tanpa konflik besar sebagai penggeraknya. Kebanyakan drama coming-of-age memilih tragedi atau trauma sebagai titik balik utama ceritanya. Film ini memilih perubahan kecil sehari-hari, seperti sahabat yang mulai sekolah, sebagai cara menggambarkan kehilangan masa kecil yang perlahan dan lembut. Nuansanya mengingatkan pada drama musikal keluarga yang menjalin nostalgia era lampau dengan keberagaman budaya dalam satu rumah tangga. Bukan karena ceritanya serupa. Tapi karena keduanya percaya, dunia anak-anak yang tampak sempurna dan magis tetap harus menghadapi kenyataan bahwa segalanya perlahan berubah. Na Willa adalah karakter yang mudah membuat penonton jatuh cinta. Ia melihat dunia dengan mata paling polos dan penuh rasa ingin tahu. Namun perlahan ia harus belajar bahwa masa kecil yang sempurna itu tidak abadi. Kepolosannya terasa nyata justru karena itu. Luisa Adreena tampil dengan keceriaan yang jadi jantung film ini. Dari hari-hari sederhana penuh permainan dan imajinasi di gang kecilnya. Ke kecelakaan yang menimpa sahabat terbaiknya. Hingga kesepian perlahan yang muncul saat teman-temannya satu per satu mulai bersekolah. Irma Rihi dan Junior Liem menghidupkan Marie dan Paul, orang tua Na Willa dari latar budaya berbeda yang membentuk keberagaman dalam rumah tangga mereka. Disutradarai oleh Ryan Adriandhy dalam debut penyutradaraan film live-action-nya, "Na Willa" tampil sebagai drama musikal keluarga adaptasi buku anak "Na Willa: Serial Catatan Kemarin" karya Reda Gaudiamo, berlatar Surabaya era 1960-an. Film ini tidak selalu memberi jawaban dengan mudah. Tetapi justru di situlah kehangatannya. Kalau banyak drama coming-of-age fokus pada tragedi besar sebagai titik balik, film ini lebih tertarik pada pertanyaan yang lebih lembut -- bagaimana rasanya ketika dunia kecil yang sempurna mulai berubah, satu teman bermain pada satu waktu. FAQ: 1. Apakah Na Willa diadaptasi dari buku? Ya. Diadaptasi dari buku anak "Na Willa: Serial Catatan Kemarin" karya Reda Gaudiamo (2012). 2. Apa tema utama film ini? Masa kecil, keberagaman budaya keluarga, dan perubahan lembut yang datang seiring waktu. 3. Siapa tokoh utama film ini? Na Willa, diperankan oleh Luisa Adreena. 4. Siapa sutradara film ini? Ryan Adriandhy. 5. Cocok untuk penonton keluarga yang menyukai drama musikal nostalgia dengan nuansa masa kecil yang hangat.