Punya Info?
FilmIndonesia.co.id
FilmIndonesia.co.id
Topik · Film

Para Perasuk

1 berita tentang Para Perasuk di FilmIndonesia.co.id

Awards Dari Monas ke Jembatan Ampera, Film Nominasi FFI Diputar Terbuka di Empat Kota Komite FFI 2026 menggelar Nomination Week, pemutaran publik film nominasi, di Jakarta, Palembang, Makassar, dan Mataram pada 4 sampai 8 November. 29 Oktober 2026, 12:34 WIB

Tentang Film Ini

Para Perasuk (2026)

Bayu pemuda Desa Latas. Ingin menjadi perasuk utama di sanggar pusat. Di desanya ada tradisi unik bernama Pesta Sambetan. Ritual di mana warga "dirasuki" oleh 20 roh binatang berbeda. Bagi mereka, kerasukan bukan hal menakutkan, melainkan hiburan sekaligus pengalaman spiritual. Namun di balik kemeriahan ritual itu, desa mereka terancam. Sebuah perusahaan besar berencana membangun hotel megah yang mengincar mata air utama desa. Proyek itu bisa mengeringkan sawah yang menjadi jantung penghidupan warga. Bayu bersaing dalam sayembara mencari perasuk baru, melawan sahabat karibnya sendiri, Pawit, demi menyelamatkan mata air keramat itu. Ambisinya membuatnya harus menghadapi ketakutan, trauma, dan konflik batin yang terus menghantuinya. Drama supernatural Indonesia jarang berani menggambarkan kerasukan sebagai kenyamanan dan kebahagiaan alih-alih ketakutan seperti ini. Kebanyakan film bertema kerasukan memilih horor dan teror sebagai pendekatan utamanya. Film ini memilih kerasukan sebagai bentuk pengalaman spiritual yang justru dinikmati dan dirayakan oleh masyarakatnya sendiri. Nuansanya mengingatkan pada drama supernatural yang menjalin tradisi fiksi lokal dengan konflik pelestarian adat melawan ekspansi korporasi besar. Bukan karena ceritanya serupa. Tapi karena keduanya percaya, ambisi mengejar pengakuan bisa membutakan seseorang dari apa yang sesungguhnya perlu diselamatkan di sekitarnya. Bayu adalah karakter yang mudah membuat penonton bersimpati. Ia berambisi menjadi perasuk utama demi pengakuan dan gelar tertinggi. Namun ambisinya justru membuatnya abai terhadap ancaman nyata yang mengintai desa dan keluarganya sendiri. Konflik batinnya terasa nyata justru karena itu. Angga Yunanda tampil dengan ambisi yang jadi jantung film ini. Dari peran sebagai asisten perasuk di sanggar kecil. Ke persaingan sengit memperebutkan gelar perasuk utama. Hingga penyadaran bahwa ambisi saja tidak cukup untuk menyelamatkan rumah dan mata air desanya. Chicco Kurniawan dan Bryan Domani menghidupkan Pawit dan Ananto, dua rival Bayu dalam sayembara sekaligus bagian dari komunitas yang sama-sama ingin diselamatkan. Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, "Para Perasuk" tampil sebagai drama supernatural produksi Rekata Studio yang telah tayang perdana di Sundance Film Festival 2026 sebelum dirilis di bioskop Indonesia. Film ini tidak selalu memberi jawaban dengan mudah. Tetapi justru di situlah kekuatannya. Kalau banyak film kerasukan fokus pada ketakutan semata, film ini lebih tertarik pada pertanyaan yang lebih dalam -- bisakah ambisi pribadi dan pelestarian tradisi berjalan beriringan ketika keduanya terancam oleh kekuatan yang jauh lebih besar. FAQ: 1. Apakah Para Perasuk tayang di festival internasional? Ya. Film ini melakukan world premiere di Sundance Film Festival 2026 sebelum tayang di Indonesia. 2. Apa tema utama film ini? Tradisi kerasukan sebagai pengalaman spiritual, ambisi pribadi, dan pelestarian adat melawan ekspansi korporasi. 3. Siapa tokoh utama film ini? Bayu, diperankan oleh Angga Yunanda. 4. Siapa sutradara film ini? Wregas Bhanuteja. 5. Cocok untuk penonton seperti apa? Yang suka drama supernatural artistik dengan kedalaman psikologis dan pesan sosial yang kuat.

Lihat halaman film →

Pemeran & Kru