Siti
4 berita tentang Siti di FilmIndonesia.co.id
News
Ibuku Karya Eddie Cahyono Bawa Pulang Special Jury Prize dari Busan, Perjalanan Panjang yang Berawal pada 2015
Drama ibu dan anak yang dibintangi Christine Hakim dan Ayushita Nugraha itu menyabet penghargaan di kompetisi utama Busan International Film Festival 2026. Proyeknya sudah mendapat dukungan pendanaan di Busan sebelas tahun lalu. 26 Oktober 2026, 10:24 WIB
Analysis
The Second-week Cliff: Bagaimana Film Indonesia Kehilangan Layar dalam Hitungan Hari
Analysis
Peta Kekuatan Bioskop Indonesia: XXI, CGV, dan Cinepolis dalam Angka
Analysis
Film Bagus, Layar Berkurang: Mengapa Kualitas Tinggi Tidak Menjamin Penonton di Bioskop Indonesia
Tentang Film Ini
Siti hanya tahu satu hal. Ia harus menjadi ibu, istri, sekaligus tulang punggung keluarga sekaligus. Suaminya, mantan nelayan, kini terbaring sakit dan tak bisa bekerja. Siti menopang keluarga lewat jualan camilan dan bekerja malam di tempat karaoke. Pekerjaan itu dianggap suami dan mertuanya sebagai sesuatu yang memalukan. Sehari penuh, cerita ini mengikuti Siti bergulat dengan beban harapan sosial yang berat. Gatot, seorang polisi, menawarkan perhatian yang terasa seperti jalan keluar. Nuansanya mengingatkan pada Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak dalam potret perempuan yang terjepit sistem. Bukan karena ceritanya sama. Bedanya, di sini Siti melihat Gatot bukan sebagai pelarian, tapi cara memulihkan harga diri suaminya. Ia terjebak antara kebutuhan ekonomi dan batasan budaya yang membelenggu pilihannya. Sekar Sari membawa Siti dengan kediaman yang menyimpan kemarahan tak terucap. Eddie Cahyono menyutradarai tanpa memberi jalan keluar mudah bagi tokohnya. Kamar mandi jadi satu-satunya ruang privat Siti dari semua tuntutan itu. Film ini tak menawarkan penyelesaian, hanya potret jujur tentang perempuan yang bertahan. FAQ: 1. Mengapa Siti harus bekerja di tempat karaoke? Karena suaminya, mantan nelayan, sakit dan tak bisa mencari nafkah, sementara keluarganya butuh biaya hidup. 2. Siapa Gatot dalam cerita ini? Seorang polisi yang menawarkan perhatian pada Siti di tengah beban hidupnya. 3. Bagaimana pandangan suami dan mertua Siti pada pekerjaannya? Mereka menganggap pekerjaan di karaoke itu memalukan bagi keluarga. 4. Siapa sutradara film ini? Eddie Cahyono. 5. Untuk siapa film ini cocok ditonton? Penonton yang menyukai drama realis tentang perempuan dan tekanan sosial.