
BUSAN – Film Indonesia Ibuku garapan sutradara Eddie Cahyono meraih Special Jury Prize dalam Busan Award di Busan International Film Festival (BIFF) 2026, Korea Selatan. Penghargaan itu diumumkan penyelenggara festival lewat akun Instagram resmi BIFF. Pengumuman tersebut mencantumkan judul Korea film ini, serta nama Eddie Cahyono sebagai sutradara.
Kemenangan ini menambah daftar capaian film Indonesia di panggung internasional. Penghargaan tertinggi, Busan Award untuk Film Terbaik, jatuh kepada Midday Meal karya Majid Majidi.
Kisah Ibu yang Menyeberang demi Anaknya
Ibuku berpusat pada Sumiati, perempuan desa yang diperankan Christine Hakim. Ia melakukan perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi untuk menemui putrinya, Sri, yang diperankan Ayushita Nugraha dan kini menanti eksekusi setelah dihukum karena kasus pembunuhan. Sejumlah media menggambarkan perjuangan Sumiati sebagai upaya menyelamatkan sang anak dari ancaman hukuman mati.
Menurut ulasan Screen Daily, film ini juga menyentuh kemiskinan, pelanggaran hak buruh, jurang antargenerasi, dan kekakuan budaya patriarki. Ulasan itu menilai peran Christine Hakim sebagai perekat cerita. Eddie Cahyono menggarap film ini sebagai produksi bersama Indonesia dan Jepang, dengan narasi keluarga yang berangkat dari kehidupan perempuan di Yogyakarta.
Sebelas Tahun dari Pasar Proyek ke Podium
Perjalanan film ini terbilang panjang. Ibuku pernah memperoleh pendanaan lewat Asian Project Market di Busan pada 2015. Artinya, sebelas tahun berselang, proyek yang pernah dibawa ke Busan sebagai rencana kini kembali ke kota yang sama sebagai film jadi dan pulang membawa penghargaan.
Film ini masuk program Competition BIFF lewat jalur APM. Di festival yang berlangsung 6–15 Oktober 2026 itu, Ibuku menjalani pemutaran perdana dunia (world premiere).
Rekam Jejak Sang Sutradara
Eddie Cahyono sebelumnya dikenal lewat Siti (2014), yang meraih sejumlah penghargaan, di antaranya di Singapore International Film Festival dan Shanghai International Film Festival. Tema perempuan yang berjuang di tengah himpitan juga hadir kuat dalam Ibuku.
Teman Seperjuangan di Busan
Ibuku tidak berangkat sendirian. Tiga film Indonesia masuk program Competition BIFF tahun ini, yakni Ibuku, The Sea Speaks His Name (Laut Bercerita) karya Yosep Anggi Noen, dan Four Seasons in Java (Empat Musim Pertiwi) karya Kamila Andini. Satu film pendek, αLPα karya Dhiwangkara Seta, tampil di kompetisi Wide Angle.
Hingga berita ini ditulis, jadwal tayang Ibuku di bioskop Indonesia belum dipastikan.