Time
10 berita tentang Time di FilmIndonesia.co.id
Berita
Joko Anwar Masuk Daftar 50 Sutradara Horor Terbaik Sepanjang Masa Versi IndieWire
Sutradara Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam disandingkan dengan Wes Craven, George A. Romero, dan Ari Aster dalam daftar yang dirilis menjelang Halloween. 2 November 2026, 13:19 WIB
Berita
Total Rp100 Juta untuk Dua Film Anak, Film Keluarga Disebut Sebagai Fondasi Industri
Berita
Warganet Klaim Berpapasan dengan Eva Celia dan Reza Rahadian di Aksi Bundaran HI, Sehari Sebelum Laut Bercerita Tayang
Berita
Andrea Nirmala Widjajanto Raih Hibah Jakarta Film Commission lewat Proyek Fantasi tentang Jakarta
Data & Statistik
Horor Masih Raja: 9 Tahun Berturut-turut Memimpin Box Office Indonesia (2017–2026)
Awards
Rapor Box Office Indonesia 2025: Animasi Juara, Horor Tetap Kuat, Komedi Naik Kelas
Data & Statistik
The Second-week Cliff: Bagaimana Film Indonesia Kehilangan Layar dalam Hitungan Hari
Data & Statistik
26 Bioskop Baru, 325 Kota Masih Tanpa Layar: Ke Mana Ekspansi Bioskop Indonesia Sebenarnya Pergi?
Data & Statistik
Rp20.000 di Jember, Rp200.000 di Jakarta: Data Harga Tiket dan Siapa yang Benar-Benar Bisa ke Bioskop
Data & Statistik
Film Bagus, Layar Berkurang: Mengapa Kualitas Tinggi Tidak Menjamin Penonton di Bioskop Indonesia
Tentang Film Ini
Beberapa orang menjalani hidup masing-masing. Mereka semua tidak saling mengenal satu sama lain. Setiap tokoh punya rutinitas kesehariannya sendiri. Kehidupan mereka bergerak secara terpisah. Waktu menjadi benang penghubung tak terlihat. Perlahan jalan hidup mereka mulai bersinggungan. Pertemuan itu terjadi tanpa rencana sebelumnya. Setiap kebetulan membawa makna tersendiri. Kisah-kisah individual ini akhirnya saling terkait. Semua bermuara pada satu titik waktu yang sama. Drama Indonesia 2010 ini menjalin kehidupan-kehidupan terpisah dengan pertemuan tak terduga yang ditentukan oleh waktu. Nuansanya mengingatkan pada "Cloud Atlas" dalam pendekatan struktur naratif yang menghubungkan kehidupan orang-orang asing lewat benang tak kasat mata. Bukan karena ceritanya sama. Tapi karena keduanya menempatkan waktu dan takdir sebagai kekuatan yang menyatukan kisah-kisah manusia yang tampak tak berhubungan. Bedanya, Time bermain dalam skala lebih kecil dan personal, sementara Cloud Atlas membentang lintas generasi dan galaksi waktu yang jauh lebih luas. Setiap tokoh dalam film ini adalah kontradiksi manusia modern yang merasa sendirian dalam rutinitasnya, namun tanpa sadar terhubung dengan orang lain lewat benang takdir yang tak terlihat. Nicky Tirta dan Sellen Fernandez tampil sebagai pusat dari beberapa kisah yang saling bersinggungan, menghadirkan momen keseharian yang terasa jujur dan manusiawi. Disutradarai Toto Hoedi, "Time" tampil sebagai drama tentang pertemuan tak terduga yang ditentukan oleh waktu itu sendiri. Waktu punya cara sendiri mempertemukan orang-orang yang tak saling kenal. Bahkan mereka yang merasa hidup sendirian dalam rutinitasnya. Film ini mengingatkan bahwa setiap pertemuan, sekecil apapun, punya maknanya sendiri. Sesuatu yang baru terlihat jelas setelah semua terhubung. FAQ: 1. Apakah semua tokoh akhirnya benar-benar bertemu satu sama lain? Ya — waktu akhirnya mempertemukan mereka meski awalnya menjalani hidup terpisah. 2. Apa tema utama film ini? Pertemuan tak terduga antara orang-orang asing yang ditentukan oleh waktu. 3. Siapa karakter utama dan diperankan oleh siapa? Tokoh utama diperankan oleh Nicky Tirta dan Sellen Fernandez. 4. Siapa sutradara film ini? Toto Hoedi. 5. Untuk siapa film ini cocok ditonton? Penonton yang menyukai drama dengan struktur cerita multi-karakter yang saling terkait.