Punya Info?
FilmIndonesia.co.id
FilmIndonesia.co.id
Berita

Joko Anwar Masuk Daftar 50 Sutradara Horor Terbaik Sepanjang Masa Versi IndieWire

Bagikan:
Joko Anwar Masuk Daftar 50 Sutradara Horor Terbaik Sepanjang Masa Versi IndieWire
Sutradara Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam disandingkan dengan Wes Craven, George A. Romero, dan Ari Aster dalam daftar yang dirilis menjelang Halloween. (Sumber foto: Instagram.com/jokoanwar)

JAKARTA – Nama Joko Anwar kini tercantum di antara para sutradara horor paling berpengaruh di dunia. Situs film IndieWire memasukkannya ke dalam daftar 50 Best Horror Directors of All Time yang dirilis pada 28 Oktober 2026. Daftar itu memuat sineas legendaris seperti Wes Craven dan George A. Romero, bersama nama-nama masa kini seperti Ari Aster.

Joko menyampaikan rasa terima kasihnya kepada IndieWire. Ia mengaku merasa terhormat sekaligus gemetar bisa berada dalam daftar itu.

Daftar Tanpa Peringkat

IndieWire tidak menyusun 50 nama itu dalam urutan peringkat. Para sutradara dikelompokkan ke dalam enam kategori, yaitu Horror Lifers, Genre Visitors, Empire Builders, Reigning Terrors, Visual Wizards, dan Emerging Canon. Redaksi menyebut beberapa nama bisa masuk lebih dari satu kategori.

Menurut data redaksi, daftar ini memuat delapan perempuan, satu sineas nonbiner, dan 41 laki-laki. Para sutradaranya lahir di 12 negara, dengan 29 orang di antaranya berasal dari Amerika Serikat.

Alasan Joko Anwar Dipilih

Dalam ulasannya, IndieWire menilai Joko piawai membuat ikatan keluarga terasa seperti perjanjian dengan iblis yang tak diingat siapa pun. Hantu-hantu dalam filmnya datang bersama tatanan sosial yang lengkap, mulai dari kemiskinan, kewajiban, hingga otoritas agama.

Film Siksa Kubur (Grave Torture, 2024) disebut membawa pengamatan itu ke ruang yang lebih sesak. IndieWire juga menyoroti kemampuan Joko menghadirkan teror komunal berskala besar, yaitu ketakutan yang dialami banyak orang sekaligus.

Jejak Joko di Genre Horor

Joko Anwar memulai kariernya sebagai wartawan dan kritikus film sebelum menyutradarai film panjang pertamanya, Janji Joni, pada 2005. Ia menyutradarai Kala (2007) dan Pintu Terlarang (2009), yang meraih penghargaan tertinggi di Bucheon International Fantastic Film Festival.

Namanya melejit lewat Pengabdi Setan (2017), yang ditonton sekitar 4,2 juta orang, dan sekuelnya Pengabdi Setan 2: Communion (2022), yang menembus 6,39 juta penonton dan masuk tiga besar film Indonesia terlaris. Ia memenangkan Piala Citra Sutradara Terbaik lewat Pengabdi Setan serta Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore, 2019).

Pengakuan yang Datang Beruntun

Kabar ini datang tak lama setelah Ghost in the Cell membawa pulang Sutradara Terbaik dan Carnet Jove Jury Award dari Sitges Film Festival 2026 pada 17 Oktober. Film horor-komedi penjara itu juga tayang di Netflix sejak Agustus. Rangkaian pengakuan tersebut menempatkan horor Indonesia di posisi yang semakin terlihat di kancah global.

Bagi sinema Indonesia, masuknya Joko ke daftar ini menegaskan bahwa horor lokal yang berakar pada budaya sendiri bisa dibaca oleh penonton dan kritikus lintas negara.

Bagikan:
Tentang Penulis
Carl Tanuwijaya
Editor-in-Chief
Artikel lain dari Carl Tanuwijaya →

Cerita Terkait