Punya Info?
FilmIndonesia.co.id
FilmIndonesia.co.id
Berita

Peraih Penghargaan Asian Future 2017 Kini Duduk di Kursi Juri TIFF Bersama Produser Indonesia, Yuliana Bhara

Bagikan:
Peraih Penghargaan Asian Future 2017 Kini Duduk di Kursi Juri TIFF Bersama Produser Indonesia, Yuliana Bhara
Yulia Evina Bhara, CEO KawanKawan Media, menjadi juri program Asian Future di Tokyo International Film Festival ke-39 bersama dua sineas Jepang. (Sumber foto: jakartafilmweek.com)

TOKYO – Program Asian Future di Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026 akan dinilai oleh tiga juri dengan latar belakang yang saling melengkapi. Salah satunya produser Indonesia Yulia Evina Bhara, CEO KawanKawan Media, yang bertugas bersama produser Jepang Eiko Mizuno-Gray dan sutradara Akio Fujimoto. Ketiganya akan memilih pemenang Asian Future Best Film Award dari 10 film yang bersaing.

Penunjukan ini menjadi pengalaman pertama Yulia sebagai juri di TIFF. Ia sebelumnya sudah menjalani peran serupa di sejumlah festival internasional, termasuk Cannes Critics’ Week pada 2023 serta Karlovy Vary dan Busan International Film Festival pada 2025. Pada 2023 ia juga masuk daftar Impactful Women versi Variety International.

Komposisi Juri yang Menarik

Susunan juri tahun ini menyimpan beberapa titik temu. Akio Fujimoto pernah memenangi Asian Future Best Film pada 2017 lewat film debutnya Passage of Life. Artinya, ia kini menilai sebuah kompetisi yang pernah mengangkat namanya. Eiko Mizuno-Gray, di sisi lain, memproduseri Renoir karya Chie Hayakawa, film yang masuk kompetisi Cannes 2025 dan menjadikan KawanKawan Media sebagai salah satu rumah produksi pendampingnya. Dengan begitu, dua produser di dewan juri sudah pernah bekerja sama sebelumnya.

Panggung untuk Suara Baru

Asian Future berdiri sejak edisi ke-26 TIFF pada 2013 dan khusus ditujukan bagi sutradara Asia yang telah menghasilkan satu hingga tiga film panjang. Tahun ini, sepuluh film berlomba memperebutkan penghargaan tertinggi di seksi tersebut.

Yulia, yang menyampaikan pendapatnya saat berjalan di karpet merah TIFF pada Senin, 26 Oktober, menilai seleksi tahun ini kuat dan mengaku tahu rekan-rekan jurinya adalah penonton film yang tekun. Menurutnya, seksi ini penting karena menampilkan bakat dan suara yang kelak membentuk masa depan sinema Asia.

Wakil Indonesia di Kompetisi

Dari Indonesia, Desember Jani (Jani Be Good) karya Ariani Darmawan ikut bersaing dalam kompetisi yang sama bersama sembilan film lain. Film itu merupakan debut layar lebar sutradaranya dan menjalani pemutaran perdana dunia di Tokyo.

Sementara itu, KawanKawan Media bukan nama asing di Tokyo. Rumah produksi tersebut sebelumnya membawa karya lain ke festival yang sama, termasuk The Science of Fictions karya Yosep Anggi Noen (2019). Pengumuman pemenang Asian Future akan berlangsung menjelang penutupan festival pada 4 November 2026.

Bagikan:
Tentang Penulis
Carl Tanuwijaya
Editor-in-Chief
Artikel lain dari Carl Tanuwijaya →

Cerita Terkait