Punya Info?
FilmIndonesia.co.id
FilmIndonesia.co.id
Awards

Kisah Orang Tua J.S. Khairen Difilmkan: Pertemuan Ayah dan Ibunya Lewat Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu

Bagikan:
Kisah Orang Tua J.S. Khairen Difilmkan: Pertemuan Ayah dan Ibunya Lewat Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu
Novel yang lahir dari kisah orang tua penulisnya itu kini diadaptasi ke film. Menurut sang penulis, novelnya baru saja naik cetak ke-76. (Sumber foto: threads.com/@js_khairen)

JAKARTA – Penulis J.S. Khairen membagikan perasaan yang jarang dialami seorang novelis: melihat kedua orang tuanya sendiri dihidupkan di layar. Lewat unggahan di media sosial, ia menyebut proses adaptasi Dompet Ayah Sepatu Ibu dari novel ke film ibarat mesin waktu, tempat ia menyaksikan ayah dan ibunya berjumpa di masa lalu.

Dalam unggahan itu, Khairen menyandingkan nama dua tokoh utama, Asrul dan Zenna, dengan nama Ardit dan Zihan. Ia menulis bahwa kisah mereka sudah tertulis sejak denting pertama. Ia juga mengaku proyek ini dibangun bukan lagi dari nol, melainkan dari minus.

Kisah Nyata di Balik Judul yang Sederhana

Sumber: threads.com/@js_khairen

Dompet Ayah Sepatu Ibu berkisah tentang dua anak dari keluarga sederhana di Sumatera Barat yang bekerja keras demi keluarga. Zenna tumbuh di punggung Gunung Singgalang sebagai anak keenam dari sebelas bersaudara. Janji sang ayah untuk membelikan sepatu baru tak sempat terpenuhi karena ayahnya berpulang. Zenna lalu membeli sepatu itu sendiri.

Di lereng gunung lain, Gunung Marapi, Asrul membantu ibunya menghidupi keluarga. Ayahnya menikah lagi, dan Asrul tak punya dompet karena tidak pernah memegang uang. Kalaupun ada, uang itu akan ia berikan kepada ibunya. Keduanya akhirnya bertemu di kampus. Mereka bertekad hidup layak agar anak-anak mereka kelak tak mengulang kesulitan yang pernah mereka lalui.

Judul novel itu berasal dari dua benda yang paling lekat dengan perjuangan kedua tokoh: dompet dan sepatu. Kisahnya terinspirasi langsung dari perjalanan hidup ayah dan ibu penulis.

Pembaca Diajak Jadi “Buzzer Sukarela”

Khairen tak segan meminta bantuan pembacanya. Ia mengajak para pembaca novel itu menjadi buzzer sukarela untuk mempromosikan filmnya. Ia menyebut novel tersebut baru saja naik cetak ke-76 pada pekan lalu, angka yang menandakan buku ini masih dicari pembaca bertahun-tahun setelah terbit.

Film ini diproduksi oleh Starvision Plus. Jadwal tayang di bioskop belum disebutkan dalam unggahan sang penulis.

Antara Halaman dan Layar

Bagi pembaca setia, adaptasi ini menghadirkan pertanyaan yang wajar: seperti apa wajah Asrul dan Zenna ketika keluar dari halaman buku? Bagi Khairen, jawabannya sudah sangat personal. Yang tampil di layar bukan sekadar tokoh rekaan, melainkan masa muda orang tuanya sendiri.

Topik

Bagikan:
Tentang Penulis
Jan Watuseke
Senior Writer
Artikel lain dari Jan Watuseke →

Cerita Terkait