JAKARTA – Setiap anak ingin punya tempat di hati ibunya. Lalu apa jadinya kalau sang ibu sendiri sudah tidak mengingat anaknya? Pertanyaan itu menjadi inti Sara, drama karya Ismail Basbeth yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 10 Desember 2026.
Filmnya dibintangi Asha Smara Darra sebagai Sara dan Christine Hakim sebagai Muryem, ibunya. Keduanya dipertemukan dalam kisah tentang pulang, kehilangan, dan hubungan yang harus dibangun ulang.
Cerita tentang Pulang

Sumber: instagram.com/mcc.id
Sara pulang ke kampung halaman untuk menghadiri pemakaman ayahnya. Di sana ia berhadapan dengan hubungan yang sudah lama renggang dengan sang ibu.
Ketika ingatan ibunya mulai memudar, Sara memilih berusaha menciptakan kenangan baru bersamanya. Deskripsi film dari festival menambahkan bahwa Sara adalah perempuan transgender yang meninggalkan desa terpencilnya bertahun-tahun silam, dan menemukan desa itu telah berubah.
Perjalanan dari Busan ke Bioskop
Sara sudah punya jejak festival sebelum jadwal bioskop ini diumumkan. Filmnya tayang perdana dunia di Busan International Film Festival ke-28 pada 6 Oktober 2023, dalam program khusus Renaissance of Indonesian Cinema. Setelah itu film ini diputar di Queer East di London pada 2024.
Di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2023, Ismail Basbeth memenangkan JAFF Indonesian Screen Award untuk Penyutradaraan Terbaik lewat film ini. Di Festival Film Indonesia 2023, Asha Smara Darra masuk nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik. Ia tercatat sebagai perempuan transgender pertama yang menembus nominasi Piala Citra di kategori tersebut.
Kembalinya Asha ke Layar
Bagi Asha, Sara menjadi peran utama pertama sekaligus momen kembali berakting setelah 18 tahun. Film terakhir yang ia bintangi sebelumnya adalah Banyu Biru (2005). Ia mengaku sampai belajar akting lagi dari Christine Hakim, Ismail Basbeth, dan Jajang C. Noer.
Ismail menegaskan bahwa tokoh transgender dalam ceritanya harus diperankan oleh aktor transgender. Menurutnya, sosok yang langsung muncul di benaknya adalah Asha.
Barisan Pemain dan Tim
Selain Asha dan Christine Hakim, film ini dibintangi Mian Tiara sebagai Ayu, Jajang C. Noer sebagai Saidah, dan Landung Simatupang. Ismail Basbeth menulis dan menyutradarai filmnya, yang berdurasi 99 menit. Produsernya meliputi Ismail sendiri, Ridla An-Nuur, Charlie Meliala, Lyza Anggraheni, dan Jody Bany Wicaksono.
Film ini diproduksi Bosan Berisik Lab, Ruang Basbeth Bercerita, dan Visionari Capital Film Fund, dengan dukungan Pusbang Film Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Menurut sang sutradara, gagasan ceritanya muncul pada 2018 sepulangnya dari sebuah festival film di Basel, lalu dikerjakan dari September 2022 hingga Oktober 2023. Ia juga menyebut judul Sara memadukan relasi agama dan budaya Jawa yang lekat dengan kehidupannya.
Sutradara dengan Banyak Proyek
Ismail Basbeth dikenal lewat film-film yang menuntut penonton ikut bekerja memahami ceritanya. Pada 2026 ia membawa My Own Last Supper ke Shanghai International Film Festival, dan sudah menyiapkan film berikutnya, Love Letters of Our Life, yang berlatar 1995. Charlie Meliala, penata musik empat film Ismail, kembali bergabung di proyek tersebut.
Bagi penonton bioskop Indonesia, jadwal 10 Desember menjadi kesempatan menonton Sara di layar lebar, bersama dua nama besar akting dalam satu cerita tentang ibu dan anak.