Punya Info?
FilmIndonesia.co.id
FilmIndonesia.co.id
Awards

Total Rp100 Juta untuk Dua Film Anak, Film Keluarga Disebut Sebagai Fondasi Industri

Bagikan:
Total Rp100 Juta untuk Dua Film Anak, Film Keluarga Disebut Sebagai Fondasi Industri
Program Cerita Anak Nusantara memilih Super Neli dan Garis Lintang untuk menerima hibah pengembangan Rp50 juta per proyek. Total dana yang disalurkan Rp100 juta. (Sumber foto: instagram.com/aprofi.id)

JAKARTA – Angkanya mencolok: 499 ide cerita masuk, 10 terpilih untuk dimentori, dan hanya dua yang akhirnya membawa pulang dana pengembangan. Artinya, kurang dari setengah persen peserta mendapat hibah dalam program Cerita Anak Nusantara, inisiatif Netflix bersama Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI).

Dua pemenangnya datang dari luar Jakarta. Super Neli digarap Ayena Studio dari Cimahi, sedangkan Garis Lintang dibuat DIENFI Damsphere and Films dari Makassar. Masing-masing menerima Rp50 juta untuk mematangkan cerita film panjang bertema anak, remaja, dan keluarga Indonesia.

Peta Cerita yang Tak Berpusat di Ibu Kota

Daftar 10 proyek finalis memperlihatkan sebaran yang lebih luas dari yang biasa terlihat di industri. Selain Cimahi dan Makassar, proyek berasal dari Yogyakarta, Sidoarjo, Bandung, dan Papua, di samping beberapa tim dari Jakarta. Delapan judul lain yang lolos ke tahap pitching adalah Barudak Sunset, Fitketed Halokes: Penghapus Misterius, Meng, Off-Key Rebels, Operasi Semut Merah, Pupus Putus Sekolah: Anggrek Merapi, The Last Rebound, dan The Shy Lion.

Ide-ide itu masuk dari puluhan kota sejak program dibuka pada Juni 2026. Kurator Edwin Nazir dan Khozy Rizal menyaring ratusan naskah gagasan tersebut hingga menyisakan sepuluh.

Dapur Mentoring

Sumber: instagram.com/aprofi.id

Sepuluh tim terpilih tidak langsung bertarung. Mereka lebih dulu menjalani pendampingan intensif bersama Gina S. Noer, Riri Riza, Mira Lesmana, Ifa Isfansyah, dan Muhammad Zaidy. Ada pula sesi bersama psikolog sekaligus konsultan kesejahteraan keluarga Ita D. Azly, yang membahas cara memahami karakter dan psikologi penonton anak. Pendampingan itu mencakup pematangan ide, persiapan produksi, hingga latihan presentasi.

Program ini berjalan berdampingan dengan kelas-kelas lain yang digelar Netflix dan mitranya. Pada Juli, masterclass di bawah payung Cerita Anak Nusantara diikuti 60 kreator pemula hingga menengah, dengan dukungan Netflix Fund for Creative Equity.

Hari Penentuan di CGV Grand Indonesia

Babak puncak berlangsung dalam rangkaian Jakarta Film Week 2026. Pada Jumat, 23 Oktober, sepuluh tim mempresentasikan gagasan di CGV Grand Indonesia di hadapan penilai Fauzan Zidni dari BPI dan Haykal Kamil dari APROFI. Acara dibuka Director of Global Affairs Netflix untuk Asia Tenggara, Ruben Hattari, bersama perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif.

Ruben menyebut Netflix ingin mendorong cerita yang membuat orang tua merasa tenang, memperkaya pengalaman anak, dan memicu percakapan bermakna di dalam keluarga.

Mengapa Film Keluarga Penting

Setelah pitching, forum Industry Talks bertajuk “Indonesian Family Film From Time to Time” menelusuri perjalanan genre ini. Mira Lesmana, Riri Riza, Anggia Kharisma, Ryan Adriandhy, dan Edwin Nazir hadir sebagai pembicara, dengan aktor Putri Ayudya sebagai moderator. Edwin, yang juga Ketua APROFI, menilai film keluarga adalah fondasi industri karena mempertemukan penonton lintas generasi di bioskop.

Setelah Hibah, Apa Lagi?

Dana Rp50 juta terbatas untuk tahap pengembangan cerita. Jalan menuju film yang bisa ditonton masih panjang, mulai dari naskah, pembiayaan, hingga produksi. Meski begitu, pemilihan dua tim dari Cimahi dan Makassar memberi sinyal bahwa gagasan segar untuk penonton keluarga tidak hanya lahir di pusat industri.

Bagikan:
Tentang Penulis
Carl Tanuwijaya
Editor-in-Chief
Artikel lain dari Carl Tanuwijaya →

Cerita Terkait