JAKARTA – Vino G. Bastian tak menyangka peran Buya Hamka akan terasa sedekat ini dengan keluarganya sendiri.
Semua bermula saat ia pertama kali ditawari memerankan sang ulama. Ia bercerita kepada mendiang ibunya, dan sang ibu hanya tersenyum. Vino mengira ibunya kenal Hamka lewat buku. Ternyata bukan: sebelum menikah dengan ayah Vino, sang ibu menjadi mualaf dengan bimbingan langsung dari Hamka.
Cerita itu ia sampaikan di Senayan, Jakarta, seusai pemutaran khusus Hamka: Awal Mula (Vol. 3), Rabu (28/10). Vino menyebut kebetulan ini sudah digariskan, sebab semuanya terasa saling terhubung. Ia berharap film ini jadi pelajaran bukan hanya bagi penonton, tapi juga bagi dirinya sendiri.
Pemutaran itu bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, dan Vino memakainya untuk berpesan kepada anak muda agar tak bermental instan. Menurutnya, mereka “harus berjuang dari bawah”.
Jalan panjang proyek ini membuat pesan itu terasa pas. Falcon Pictures dan Starvision mengumumkan film Hamka pada Maret 2019 dengan dukungan Majelis Ulama Indonesia, lembaga yang pernah dipimpin Hamka sebagai ketua umum pertamanya. Syuting dimulai April 2019, lalu rilisnya sempat tertahan pandemi Covid-19. Film pertama baru sampai ke bioskop pada April 2023, menjelang Lebaran, dan melewati satu juta penonton dalam sekitar dua minggu.
Dari awal, sutradara Fajar Bustomi memotong kisah ini bukan karena kurang bahan, melainkan karena terlalu banyak. Durasi totalnya mencapai sekitar tujuh jam, dan ia enggan memangkasnya. Hasilnya adalah tiga volume. Rangkaian cerita volume ketiga, mulai dari konflik Hamka dengan ayahnya, perceraian ibunya, sampai keberangkatannya ke Makkah, sudah tercantum dalam sinopsis film itu sejak 2023.
Urutan rilisnya sengaja tidak kronologis. Film pertama dibuka pada 1964 dengan Hamka yang sudah sepuh, lalu menelusuri masa ia aktif di Makassar dan Medan. Hamka & Siti Raham (Vol. 2) tayang pada 21 Desember 2023, berfokus pada Siti Raham dan masa setelah proklamasi kemerdekaan. Gala premiere-nya di CGV Grand Indonesia dihadiri sekitar lima ribu orang, dan MUI sempat mengeluarkan surat edaran yang mengimbau masyarakat menontonnya.
Setelah jeda hampir tiga tahun, volume ketiga mundur ke Maninjau, Sumatera Barat. Hamka kecil lebih tertarik pada sastra dan tradisi ketimbang pesantren, dan itu memicu konflik dengan ayahnya, Haji Rasul. Setelah ibunya bercerai, ia memutuskan merantau ke Makkah dengan usahanya sendiri, belajar berorganisasi dan mempelajari sistem manasik haji. Sepulangnya, sang ayah masih ragu, dan di tengah masa itu ia bertemu Siti Raham.
Sejumlah wajah lama kembali. Donny Damara masih memerankan Haji Rasul, sementara Laudya Cynthia Bella kembali sebagai Siti Raham. Desy Ratnasari dan Ayu Laksmi, yang sejak awal proyek diumumkan dipasang sebagai ibunda dan nenek Hamka, juga tercatat dalam jajaran pemeran. Bagi Laudya, dunia Hamka bukan hal baru: ia pernah memerankan Zainab di Di Bawah Lindungan Ka’bah (2011), adaptasi novel Hamka sendiri.
Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan, yang ikut menandatangani surat edaran untuk volume kedua, hadir di pemutaran Senayan. Ia mengajak masyarakat menonton dan secara khusus menyebut calon jemaah haji. Menurutnya, mereka perlu melihat betapa beratnya berhaji pada masa lalu, ketika kapal laut berlayar berbulan-bulan.
Film ini diproduksi Falcon Pictures dan Starvision Plus bersama MUI, dengan naskah Alim Sudio dan Cassandra Massardi. Selain nama-nama di atas, Mawar De Jongh, Reza Rahadian, Mathias Muchus, Wafda Saifan, Rey Bong, Marthino Lio, Ben Kasyafani, Ajil Ditto, dan Rifnu Wikana turut bermain. Hamka: Awal Mula (Vol. 3) tayang di bioskop Indonesia mulai 19 November 2026. Poster dan trailer sudah dirilis, dan jadwal serta tiketnya bisa dicek lewat Cinema XXI.