Punya Info?
FilmIndonesia.co.id
FilmIndonesia.co.id
Berita

Andrea Nirmala Widjajanto Raih Hibah Jakarta Film Commission lewat Proyek Fantasi tentang Jakarta

Bagikan:
Andrea Nirmala Widjajanto Raih Hibah Jakarta Film Commission lewat Proyek Fantasi tentang Jakarta
Proyek fantasi karya sutradara Andrea Nirmala Widjajanto dan produser Nirartha Bas Diwangkara membawa pulang tiga dukungan sekaligus di penutupan Jakarta Film Week 2026. (Sumber foto: instagram.com/jakartafilmweek/)

JAKARTA – Jakarta Film Week (JFW) 2026 memberi sorotan khusus pada satu proyek film yang masih dalam tahap pengembangan. My Tears, A Sea for Jakarta to Sink, karya sutradara Andrea Nirmala Widjajanto dan produser Nirartha Bas Diwangkara, memperoleh Jakarta Film Commission Development Grant sekaligus QCinema Special Prize. Proyek yang sama juga masuk daftar penerima BSM Premiere Gear Fund, sehingga total tiga dukungan jatuh ke satu tim.

Pengumuman itu disampaikan dalam malam penutupan JFW 2026 pada Minggu, 25 Oktober 2026, di CGV Grand Indonesia. Poster pengumuman memuat lanskap Jakarta dengan kanal dan deretan bangunan tua, lengkap dengan logo JFW dan JFWneT serta tulisan Jakarta Film Commission Development Grant. Penyelenggara lalu mengucapkan selamat dan menyampaikan harapan agar proyek itu sukses.

Tiga Dukungan untuk Satu Proyek

Dalam daftar penerima JFWneT Industry Program Awards, My Tears, A Sea for Jakarta to Sink tercatat di tiga kategori. Pertama, Jakarta Film Commission Development Grant yang mendukung pengembangan proyek. Kedua, QCinema Special Prize, penghargaan khusus yang diberikan dalam jejaring industri program. Ketiga, BSM Premiere Gear Fund, dukungan peralatan produksi yang tahun ini juga diberikan kepada enam proyek lain.

Enam proyek itu adalah Badass Boi, Push Rank, Script: Maria, Holy Mother, Gokill, dan Oh… Marijuana!. Di luar proyek ini, JFWneT juga memberikan Producers Lab MTn Development Grant kepada SALTSTORM!, Pitching Forum MTn Development Grant kepada Gokill, dan HKIFF Industry Award kepada Holy Mother. Tiga proyek, yaitu A Burnt Engine Who Can’t See the Light, Rollinghead, dan Irama Rama, terpilih untuk Platform Busan 2027.

Judul yang Berbicara tentang Kota yang Tenggelam

Informasi publik tentang cerita filmnya masih terbatas. Profil Berlinale Talents mencatat proyek ini sebagai karya bergenre fantasi atau fiksi ilmiah dengan durasi rencana 20 menit, yang dikembangkan Andrea dalam Short Form Station 2024. Saat itu, produsernya tercatat Annisa Adjam. Kini Nirartha Bas Diwangkara tercantum sebagai produser dalam pengumuman JFW 2026. Belum ada penjelasan apakah format dan durasi proyek berubah sejak saat itu.

Judulnya menyiratkan kegelisahan terhadap nasib Jakarta. Kota ini memang dikenal mengalami penurunan muka tanah. Menurut Wikipedia, sekitar 40 persen wilayahnya berada di bawah permukaan laut, terutama di bagian utara, dan penurunan tanahnya bisa mencapai 5 hingga 10 sentimeter per tahun, bahkan hingga 20 sentimeter. Hubungan langsung antara data tersebut dan cerita filmnya belum dijelaskan oleh tim produksi.

Andrea Nirmala Widjajanto, Sutradara Muda dengan Jejak Internasional

Andrea lahir pada 1999 dan lebih dulu dikenal lewat film pendek Srikandi yang tayang di Toronto International Film Festival 2021. Film pendek keduanya yang menonjol, Sawo Matang, tayang perdana di TIFF 2023 dan masuk daftar tahunan Canada’s Top Ten 2023. Ceritanya berlatar masa setelah Orde Baru dan mengikuti Nala (Anne Yasmine), perempuan Pribumi yang harus mempertanyakan posisinya dalam masyarakat saat kekasihnya, Kai (Yesaya Mishael), diminta mengikuti ritual Pribumi.

Karya Andrea yang lain meliputi Brown Enough, dokumenter pendek yang ia sutradarai bersama Kent Donguines, serta Shallots and Garlic (Bawang Merah Bawang Putih) yang tayang di Whistler Film Festival 2022.

JFW 2026, Lima Hari dengan Lebih dari 5.000 Penonton

JFW 2026 berlangsung lima hari sejak 21 Oktober 2026 dan menurut penyelenggara dihadiri lebih dari 5.000 penonton serta tamu industri dari Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Latin. Program Producers Lab, Talents Hub, dan Pitching Forum didukung Manajemen Talenta Nasional (MTn) Kementerian Kebudayaan RI. Festival ditutup dengan pemutaran Laut Bercerita. Di kompetisi, Filipiñana karya Rafael Manuel meraih Global Feature Award, sedangkan Nobody Loves Kay karya Bernardus Raka memenangkan Direction Award.

Bagikan:
Tentang Penulis
Daniel William
Reporter
Artikel lain dari Daniel William →

Cerita Terkait