Punya Info?
FilmIndonesia.co.id
FilmIndonesia.co.id
Berita

Kuntilanak Bertemu Ritual Kuil Taiwan, The Rope Curse 4 Kuntilanak Tayang di Bioskop Indonesia dan Cetak Rekor di Taiwan

Bagikan:
Kuntilanak Bertemu Ritual Kuil Taiwan, The Rope Curse 4 Kuntilanak Tayang di Bioskop Indonesia dan Cetak Rekor di Taiwan
Film horor yang memadukan legenda hantu Indonesia dengan eksorsisme Zhong Kui ini dikembangkan selama tiga tahun dan menjadi yang terlaris dalam sejarah waralaba The Rope Curse. (Sumber foto: Istimewa)

JAKARTA – Hantu yang paling ditakuti di Indonesia kini menjadi lawan ritual pengusiran roh khas Taiwan. Film horor The Rope Curse 4: Kuntilanak tayang di bioskop Indonesia sejak 23 Oktober 2026, termasuk di jaringan CGV dan Cinépolis. Filmnya merupakan seri keempat dari waralaba horor Taiwan The Rope Curse.

Filmnya digarap sutradara Liao Shih-han dan diproduksi WOWing Entertainment Group. Pendekatannya menggabungkan dua budaya, yaitu legenda Kuntilanak dari Indonesia dan praktik pengusiran roh jahat Zhong Kui dalam tradisi kuil Taiwan.

Ritual Terlarang yang Disiarkan Langsung

Ceritanya bermula dari ritual dukun terlarang yang disiarkan langsung dari Indonesia dan membangkitkan Kuntilanak. Korban pertama jatuh di Taiwan. Mira, imigran baru asal Indonesia yang diperankan Ani Nurtianna, tewas di sebuah kedai makan setelah menonton siaran langsung itu.

Kutukan lalu menyebar. Para tokoh dari Taiwan harus bekerja sama dengan ahli spiritual lokal untuk menghadapi roh dendam yang berakar pada tragedi masa lalu. Menurut keterangan Taiwan, latar filmnya berada di Pontianak dan kental dengan budaya Tionghoa.

Pemain Indonesia dan Taiwan

Sumber: Instagram.com/theropecurse4

Ferry Salim memerankan Master Lin, ahli taoisme dan imigran Tionghoa Indonesia. Untuk peran itu, ia belajar bahasa Mandarin dan ritual keagamaan. Andovi da Lopez berperan sebagai Mardi, kreator konten yang siarannya menjadi pemicu awal teror.

Pemain Indonesia lainnya mencakup Yessica Tamara dan Audi Marissa. Dari Taiwan hadir Wilson Hsu, Vera Chen, Travis Hu, dan Hangee Liu. Filmnya berdurasi sekitar 116 menit.

Film Taiwan Pertama yang Syuting dan Tayang di Indonesia

Jeff Tsou dari pihak produksi menyebut film ini sebagai film horor eksorsisme Taiwan pertama yang syuting sekaligus tayang di Indonesia. Pengembangan ceritanya memakan waktu tiga tahun. Gala premiere digelar di Studio SCREENX CGV, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026.

Di acara itu, Ferry Salim mengajak Wilson menyanyikan lagu anak-anak Indonesia “Sayang Semuanya”. Lagu tersebut juga menjadi bagian dari cerita dan menjadi penghubung antara kedua budaya.

Rekor di Taiwan

Di Taiwan, filmnya tayang sejak 27 Agustus 2026 dengan gala premiere di Taipei, yang dihadiri Ferry Salim. Pendapatan box office-nya melampaui NT$81 juta, sekitar Rp44,8 miliar, dan menjadikannya yang tertinggi sepanjang sejarah waralaba The Rope Curse.

Ferry menyebut masyarakat Indonesia dekat dengan hal-hal mistis, sehingga cerita horor mudah diterima. Pernyataannya dikutip dalam liputan media Taiwan saat gala premiere.

Kolaborasi Lintas Budaya

Keberhasilan di Taiwan dan penayangan di Indonesia memperlihatkan horor bisa menjadi jembatan antarbudaya. Kuntilanak yang selama ini identik dengan film lokal kini hadir dalam kemasan produksi asing, lengkap dengan ritual yang berbeda dari kebiasaan penonton Indonesia.

Bagi pencinta horor, film ini menawarkan perbandingan menarik antara teror yang dikenal dan cara baru melawannya.

Bagikan:
Tentang Penulis
Alex Davide
International Contributor
Artikel lain dari Alex Davide →

Cerita Terkait