JAKARTA – Putri Marino memenangkan penghargaan Best Performance di Singapore International Film Festival (SGIFF) ke-37 lewat perannya sebagai Pertiwi dalam Empat Musim Pertiwi. Penghargaan itu diumumkan pada malam penganugerahan Silver Screen Awards, Sabtu (31/10/2026), di Singtel Waterfront Theatre. Dewan juri membagi penghargaan itu menjadi dua, dan Putri berbagi gelar dengan Pushpa Thing Lama dari film Elephants in the Fog.
Sebelumnya Putri telah masuk nominasi Best Performance, yang diumumkan pada 11 Oktober 2026. Kemenangan ini menjadi penutup manis bagi perjalanan festival film garapan Kamila Andini tersebut.
Berbagi Penghargaan dengan Aktris Nepal
Pushpa Thing Lama berperan sebagai Pirati, perempuan dari komunitas Kinnar atau gender ketiga di Nepal yang mencari putrinya yang hilang sambil bergulat dengan hasratnya sendiri. Pushpa adalah aktivis Kinnar, dan film itu menjadi debut aktingnya. Elephants in the Fog karya Abinash Bikram Shah memenangkan Un Certain Regard Jury Prize di Cannes pada Mei 2026, sekaligus penghargaan Cannes pertama bagi film Nepal.
Daftar pemenang Silver Screen Awards 2026 juga mencatat Ah Girl karya Ang Geck Geck sebagai Film Terbaik. Shahrbanoo Sadat menjadi Sutradara Terbaik lewat No Good Men, dan Burn karya Makoto Nagahisa meraih Special Jury Prize. Silver Screen Awards berdiri pada 1991 dan tercatat sebagai kompetisi film internasional pertama yang membuka seksi khusus sinema Asia.
Pertiwi, Perempuan yang Pulang Setelah Dua Dekade
Dalam Empat Musim Pertiwi, Putri memerankan perempuan yang kembali ke kampung halamannya setelah dua dekade menjalani hukuman penjara. Ia harus menghadapi masa lalu dan ketidakadilan yang terjadi dalam komunitasnya. Filmnya berjenis drama realisme magis.
Putri menyebut orang-orang di sekitar Pertiwi yang rapuh dan juga mengalami ketidakadilan bisa menjadi sumber kekuatan bagi sang tokoh. Reza Rahadian menilai film ini punya banyak lapisan cerita yang menyoroti kekuatan perempuan dari berbagai sudut pandang.
Dari Toronto, Busan, hingga Oscar
Empat Musim Pertiwi tayang perdana dunia di Toronto International Film Festival pada 13 September 2026, di program Centerpiece. Film ini kemudian tampil di Busan International Film Festival dalam program A Window on Asian Cinema. Di Busan, Putri dilaporkan menerima Face of Asia Award dari Marie Claire Korea Selatan.
Film ini juga menjadi wakil resmi Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards 2027. Produksinya melibatkan Indonesia, Singapura, Belanda, Norwegia, Jerman, Prancis, Polandia, dan Thailand. Di bioskop Indonesia, filmnya tayang sejak 8 Oktober 2026.
Kemenangan Kedua di Kategori Serupa
Pengakuan atas akting Putri tidak datang sekali ini saja. Ia memenangkan Piala Citra Pemeran Utama Wanita Terbaik lewat Posesif pada 2017. Lewat Losmen Bu Broto, ia meraih Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di FFI 2022 dan penghargaan Best Performance di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2021.
Kamila Andini menulis dan menyutradarai film ini, sedangkan Ifa Isfansyah memproduseri. Jajaran pemainnya mencakup Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Malasan, Nagra Kautsar, Dwika Pradnyana, dan Hanna Aretha.
Dengan kemenangan di Singapura, Empat Musim Pertiwi menambah daftar pengakuan internasional di tengah masa tayang bioskop dan perjalanan menuju Oscar. Tahap selanjutnya adalah penentuan daftar pendek kategori Best International Feature oleh Academy.